sub program

sub program adalah program sampingan. program utama biasanya bernama void main() kemudian sub program dapat diberi nama bebas oleh pogramer. sarat sub program tidak menggunakan spasi dan jumlah huruf dari nama sub program tidak terlalu banyak. berikut contoh penggunaan sub program untuk membuat led berjalan

Continue reading “sub program”

if, if else, else bahasa C

3 Cara menuliskan if dalam program

if (kondisi)
{
perintah_1
perintah_2
perintah_3
}
if (kondisi)
{perintah_1}
else {perintah_2}
if (kondisi_1){perintah_1}
else if (kondisi_2){perintah_2}
else {perintah_3}

kode program if digunakan bersamaan dengan 0perator Relational seperti samadengan, lebih besar, lebih kecil dan sebagainya. Contoh penggunaan if dalam bahasa pemrograman bahasa C

OperatorKeterangan
==
!=
<
<=
>
>=
sama dengan
tidak sama dengan
kurang dari
kurang dari sama dengan
lebih besar
lebih besar sama dengan
Continue reading “if, if else, else bahasa C”

7Segmen pada ATMega16

Mikrokontroler dapat mengendalikan berbagai macam komponen elektronika diantaranya 7Segmen. Kesempatan kali ini akan dibahan untuk bagaimana mikrokontroler mengendalikan 7Segmen Common Catoda.

1. Gambar penampakan kendali 7segmen dan rangkainnya

2. Kode Program

#include <io.h>
#include <delay.h>
 
void main(void)
{
PORTC=0x00;
DDRC=0xff;
 
while (1)
    {
    // Please write your application code here
    PORTC=0b00111111;   //0
    delay_ms(900);
    PORTC=0b00000110;   //1
    delay_ms(900);
    PORTC=0b01011011;   //2
    delay_ms(900);
    PORTC=0b01001111;   //3
    delay_ms(900);
    PORTC=0b01100110;   //4
    delay_ms(900);
    PORTC=0b01101101;   //5
    delay_ms(900);
    PORTC=0b01111101;   //6
    delay_ms(900);
    PORTC=0b00000111;   //7
    delay_ms(900);
    PORTC=0b01111111;   //8
    delay_ms(900);
    PORTC=0b01101111;   //9
    delay_ms(900);
    }
}

3. Pembahasan

7 Segmen awal mulanya adalah 7 buah LED yang disusun sedemikianrupa sehingga dengan kombinasi nyala LED ini bisa membentuk angka 0 hingga 9. Ada 2 macam 7 segmen yaitu common anoda dan common catoda.

Gambar diatas adalah contoh dari 7 segmen common catoda dan bagaimana cara menyalakannya. Terdapat 10 buah kaki pada 7 segmen. Memberi tegangan positif (+) pada kaki a, b, c, d, e, f akan menghasilkan angka nol (0). Kombinasi pemberian tegangan yang lain seperti dicontohkan pada gambar bisa menghasilkan angka satu (1) dan angka sembilan (9).

Saat PORT mikrokontroler digunakan sebagai output, PORT mikrokontroler tersebut dapat mengeluarkan tegangan hingga 5V. Tegangan ini sudah lebih dari cukup untuk menyalakan 7 segmen. Perlu diketahui tegangan yang dibutuhkn 7 segmen warna merah hanya 2.2 Volt saja. jadi dengan menggunakan tegangan 5 volt dapat merusak 7 segmen ini. Untuk itu dibutuhkan resistor untuk menghambat tegangan dari mikrokontroler. Nilai resistor yang cukup aman untuk digunakan antara 100 ohm hingga 33o Ohm.

Gambar rangkaian simulasi mikrkontroler ke 7segmen

Untuk simulasi bisa dilihat seperti pada gambar diatas, Penyambungan kaki mikrokontroler PORTC ke 7 segmen
PC.0 -> a
PC.1 -> b
PC.2 -> c
PC.3 -> d
PC.4 -> e
PC.5 -> f
PC.6 -> g
dengan konfigurasi diatas, pemberian perintah PORTC=0b00111111 akan menghasilkan angka nol. Perintah PORC=0b00000110 menghasilkan angka satu.