Mikrokontroler mempunyai funsi timer, timer dapat digungsikan untuk mengerjakan tuatu perintah/program dalam interfal waktu tertentu. Contoh sederhana dari timer adalah membuat clock 1 detik untuk membuat jam digital. catatan untuk kepresisian clock 1, detik lebih baik menggunakan komponen tambahan seperti IC RTC(Real Time Clock).
ATMega16 memiliki 3 buah timer: timer 0, timer 1 dan timer 2. setiap timer mempunyai kelebihan, pada kesempatan ini akan dibahas timer yang paling sederhana yaitu timer 0
Rangkaian 1. Contoh program Led berkediap setiap 1 setik.
Tutorial Analog to Digital Converter(ADC) dengan tampilan LED
ADC penampil LED <halaman ini>
ADC penampil LCD
ADC penampil LCD 10bit rev AVCC pin
Analog to Digital Converter(ADC) sebagaimana artinya adalah untuk mengubah data analog menjadi data digital. Kata sederhananya, sebuah voltmeter digital yang membaca tegangan dari battery kemudian ditampilkan berupa angka. Jadi dengan mikrokontroler dengan ADC bisa diprogram menjadi semacam voltmeter digital. Tidak sebatas voltmeter digital, karena banyak komponen elektronika juga menghasilkan atau mengeluarkan data tegangan analog yang kemudian dibaca mikrokontroler melalui ADC.
Interrupt adalah ketika mikrokontroler sedang mengerjakan suatu program, pada tegah-tengah mikrokontroler itu mengerjakan program tersebut interrupt aktif sehingga menghentikan aktifitas mikrokontroler dan mengganti dengan perintah lain. interupt sangat berguna misalnya sebagai input sensor atau untuk tombol darurat supaya segera di eksekusi
sub program adalah program sampingan. program utama biasanya bernama void main() kemudian sub program dapat diberi nama bebas oleh pogramer. sarat sub program tidak menggunakan spasi dan jumlah huruf dari nama sub program tidak terlalu banyak. berikut contoh penggunaan sub program untuk membuat led berjalan
if (kondisi_1){perintah_1} else if (kondisi_2){perintah_2} else {perintah_3}
kode program if digunakan bersamaan dengan 0perator Relational seperti samadengan, lebih besar, lebih kecil dan sebagainya. Contoh penggunaan if dalam bahasa pemrograman bahasa C
Operator
Keterangan
== != < <= > >=
sama dengan tidak sama dengan kurang dari kurang dari sama dengan lebih besar lebih besar sama dengan
Mikrokontroler dapat mengendalikan berbagai macam komponen elektronika diantaranya 7Segmen. Kesempatan kali ini akan dibahan untuk bagaimana mikrokontroler mengendalikan 7Segmen Common Catoda.
1. Gambar penampakan kendali 7segmen dan rangkainnya
7 Segmen awal mulanya adalah 7 buah LED yang disusun sedemikianrupa sehingga dengan kombinasi nyala LED ini bisa membentuk angka 0 hingga 9. Ada 2 macam 7 segmen yaitu common anoda dan common catoda.
Gambar diatas adalah contoh dari 7 segmen common catoda dan bagaimana cara menyalakannya. Terdapat 10 buah kaki pada 7 segmen. Memberi tegangan positif (+) pada kaki a, b, c, d, e, f akan menghasilkan angka nol (0). Kombinasi pemberian tegangan yang lain seperti dicontohkan pada gambar bisa menghasilkan angka satu (1) dan angka sembilan (9).
Saat PORT mikrokontroler digunakan sebagai output, PORT mikrokontroler tersebut dapat mengeluarkan tegangan hingga 5V. Tegangan ini sudah lebih dari cukup untuk menyalakan 7 segmen. Perlu diketahui tegangan yang dibutuhkn 7 segmen warna merah hanya 2.2 Volt saja. jadi dengan menggunakan tegangan 5 volt dapat merusak 7 segmen ini. Untuk itu dibutuhkan resistor untuk menghambat tegangan dari mikrokontroler. Nilai resistor yang cukup aman untuk digunakan antara 100 ohm hingga 33o Ohm.
Gambar rangkaian simulasi mikrkontroler ke 7segmen
Untuk simulasi bisa dilihat seperti pada gambar diatas, Penyambungan kaki mikrokontroler PORTC ke 7 segmen PC.0 -> a PC.1 -> b PC.2 -> c PC.3 -> d PC.4 -> e PC.5 -> f PC.6 -> g dengan konfigurasi diatas, pemberian perintah PORTC=0b00111111 akan menghasilkan angka nol. Perintah PORC=0b00000110 menghasilkan angka satu.
For dalam bahasa C digunakan untuk mengeksekusi program didalam fungsi for selama beberapa kali(perulangan) dalam pemrograman mikrokontroler ATMega. berikut adalah format penulisan for:
for (expression1;expression2;expression3)
{
perintah 1;
perintah 2;
...
}
array mirip sekali dengan variabel, hanya saja array mampu menyimpan data lebih dari satu. berikut format untuk membuat dan mengakses array dalam pemrograman mikrokontroler ATMega.
Operator matematika maksudnya adalah simbol-simbol yang digunakan untuk penjumlahan, pengurangan, lebih besar, lebih kecil dan sebagainya. Sedangkan Expressions adalah tata cara penulisan operasi matematika dalam bahasa C. Berikut Pembahasan Operator dan Expresion yang digunakan pada pemrograman mikrokontroler ATMega